Pages

  • Home
  • Contact
  • Shop
  • Shop
  • Shop

Edukasi Tulungagung

  • Haris Nur Ali

    Beberapa hari yang lalu, edukasiTA mengadakan bincang santai melalui media sosial Twitter dengan salah seorang putra Tulungagung. Dia seorang Awardee Beasiswa Erasmus Mundus di Spanyol dan Portugal, yaitu mas Nur Haris Ali, atau biasa disapa dengan mas Haris. Mas Haris berasal dari Desa Samir, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung.

    Berikut ini hasil bincang santai edukasiTA dengan mas Haris,

    Selamat malam Mas @harisnurali ? Apa kabar? Apa kegiatan saat ini?
    >>Alhamdulillah kabar sehat dan baik. Salam hangat dan doa saya buat teman-teman semua, ya :) Kegiatan saat ini: jadi mahasiswa (lagi) - master di @UV_EG Spanyol dan @UnivdeCoimbra Portugal jurusan WOP-P. WOP-P kepanjangan dari Work, Organizational, and Personnel Psychology, salah satu program @EUErasmusPlus #inspirasikiTA @edukasiTA

    Mas @harisnurali sebagai salah satu awardee @EUErasmusPlus di 2 negara, bisa diceritakan bagaimana bisa dapat beasiswa?
    >>Wah, ceritanya panjang. Saya tulis di sini harisnurali.wordpress.com/erasmus nanti dibaca sendiri, ya hehe. Tapi yang jelas capaian yg belum ada apa-apanya ini adalah berkat doa dari para guru saya terdahulu, pada dosen. Doa dari orang-orang terdekat-terkasih, termasuk orangtua dan, yang pasti, istri saya tercinta, @putridemiaridi :). Sebelum kuliah punya prinsip: pokoknya S1 sampai S3 harus dapat beasiswa. Sudah cukup ortu ngeragati sekolah. Hehe..Hingga akhirnya, buat S2 ketemu program @EUErasmusPlus ini. Anyway ini sebelumnya saya pernah ditolak sekali :)). Pernah ditolak juga oleh @cheveningfco & @PRESTASI_ID . Nggak apa-apa, jadi pecut buat saya tahun depannya coba lagi. Berkah nikah dengan @putridemiaridi, saya lolos Program @EUErasmusPlus & Istri keterima dosen @UIIYogyakarta :) #inspirasikiTA @edukasiTA

    Bagaimana awal mula Mas @harisnurali ingin apply beasiswa ke luar negeri? Kenapa tidak di Indonesia saja? #inspirasikiTA
    >> Alasannya sederhana: ingin terus belajar dan berbagi. Belajar banyak, berbagi banyak, bermanfaat untuk sesama. Saya merasa perlu tingkatkan global competency, dengan salah satunya, sekolah di luar negeri. Dengan sekolah di luar negeri, skill dan kompetensi 'diadu' dengan sesama mahasiswa internasional dari berbagi negara, yang itu tak akan kita temukan kalau kita tak langsung 'nyemplung' ke dalamnya. Tentu tantangannya pun selalu ada. #inspirasikiTA @edukasiTA

    Menurut Mas @harisnurali dari pengalaman organisasi, volunteer dsb, mana yg paling penting dalam mendukung dapat beasiswa? #inspirasikiTA
    >> Semuanya sama penting, ya pengalaman-pengalaman itu ajarkan kita buat melihat masa depan dengan berbagai skill. Ia ajarkan leadership skill, management skill, control management yang semuanya akan berguna buat sekolah di luar negeri. Tapi jangan pernah merasa puas. Hidup harus meningkat. Meningkat level pendidikannya juga level networkingnya, contoh ketika apply beasiswa pasti diminta jelasin kasus. Nah, bakal bisa jawab banget kalau memang punya pengalaman. Pengalaman-pengalaman yg ajari kita buat berpikir kritis, solutif, yg itu semua bakal kepake waktu diskusi di kelas. So, buat mereka yg lagi join organisasi/volunteer: pastikan, kalian paham sedang belajar apa dan buat apa. Pastikan bahwa keterlibatanmu di organisasi/votunteering activities itu bener-bener BERDAMPAK.#inspirasikiTA @edukasiTA

    Berdasarkan pengalaman pribadi, tantangan terbesar apa yang Mas @harisnurali saat meraihi mimpi untuk studi di luar negeri? #inspirasikiTA
    >> Tantangan: harus bisa manage diri dulu. Terus harus punya waktu buat searching beasiswa mana yg mau di-apply. Beasiswa itu banyak. Banyak banget. Peminatnya banyak, tapi pelamar? Tak sebanding dengan jumlah peminat. Maksudnya gini: uakeh sing gelem beasiswa, neng luwih uakeh sing ora gelem nglakoni-menjalankan apa?, menjalankan untuk: cari informasi di websitenya langsung, cari tahu apa-apa syarat yang harus dilampirkan. Semua beasiswa itu, terutama beasiswa luar negeri, hampir pasti semua informasi tertera jelas di webnya. Contoh, beasiswa @EUErasmusPlus program WOP-P. Bisa dicari tahu SEMUA informasinya di sini: erasmuswop.org. Jadi simplenya, tantangan itu dimulai dari diri sendiri: biasanya cari tahu langsung dan biasakan punya waktu. Selebihnya kalau tahap ini kita bisa beres, insya Allah seterusnya akan beres mengikuti :) #inspirasikiTA @edukasiTA .

    Sejauh ini setelah merasakan studi di luar negeri, apa dampak dan manfaat yang benar-benar mungkin dirasakan oleh Mas @harisnurali ? #inspirasikiTA
    >> Dampak? barangkali belum, ya. Kalau manfaat alhamdulillah jadi belajar banyak, dan harus banyak belajar. Studi di luar negeri ajari saya untuk harus develop and practice global competency. Dan yang pasti perluas networking.  Oh, saya juga share pengalaman-pengalaman selama di Eropa ini di twitter. Silakan cari pakai hastag #EropaAkuBelajar :D #inspirasikiTA @edukasiTA.

    Bagaimana sih cara belajar yang tepat untuk meraih sebuah kesuksesan? @harisnurali #inspirasikiTA
    >> Caranya adalah dengan meluangkan waktu. Sudah itu saja :) #inspirasikiTA @edukasiTA @desifitrisusan1

    Last, apa pesan2 anda untuk generasi muda sahabat edukasiTA, mungkin bagi yg ingin lanjut studi di luar negeri misal? @harisnurali #inspirasikiTA
    >> Buat adik-adikku di Tulungagung yang mau sekolah di luar negeri: yakinlah, pasti bisa! Siapapun punya kesempatan sama.. Syaratnya: 1) niat, 2) buka websitenya, 3) lengkapi berkasnya, 4) daftar, 5) gagal? ulang dari nomor 1 :) #inspirasikiTA @edukasiTA

    Terima kasih Mas @harisnurali atas sharing malam ini.. Sangat menginspirasi.. Sukses ya Mas! #inspirasikiTA
    >> Sama-sama. Terima kasih untuk @edukasiTA - it was my pleasure :)!
    Continue Reading


    “Let us remember: One Book, one pen, one child, and one teacher can change the world”–Malala Yousafzai
    “A teacher affects eternity. They can never tell where his influence stops” –Henry Adams

    Apa yang pertama kali ada dibenak kita, ketika kita diminta untuk mendefinisikan seorang guru? Pengajar? Memberikan pelajaran di kelas? Pengasuh dan Pendidik siswa? Semua hal tersebut adalah benar. Guru adalah seseorang yang mempunyai keahlian di bidang tertentu yang bertugas untuk mengajarkan keahlian atau ilmu tersebut kepada muridnya. Dalam Bahasa Indonesia, guru secara umum merujuk pada pendidik professional dengan tugas utama yaitu mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.

    Sebagai unsur penting dalam keseluruhan sistem pendidikan, seorang guru harus mampu mendedikasikan diri untuk murid-muridnya, masyarakat dan bangsa, menjadi teladan dan pencerah. Selain tugas professional di atas, guru juga mempunyai dua tugas lain yaitu tugas kemanusiaan dan tugas kemasyarakatan. Kedua tugas ini, kemanusiaan dan kemasyarakatan, adalah tugas turunan yang mempunyai makna dan dampak lebih dalam dan luas daripada tugas profesional seorang guru.

    Sebagai seorang manusia guru adalah orang tua kedua bagi murid-muridnya, dan merupakan orang yang dipercaya untuk mendidik. Seorang guru juga mempunyai tanggung jawab dalam memberikan pemahaman kepribadian kepada anak, memberikan hakekat kehidupan, dan memeberikan pemahaman tentang tujuan hidup bagi murid-muridnya. Dengan demikian para murid diharapkan mempunyai pandangan tentang hidup, dewasa dan terjun bermasyarakat. Oleh karena itu seorang guru haruslah mempunyai kepribadian yang tangguh dan berbudi pekerti luhur.

    Sebagai anggota masyarakat seorang guru memiliki amanah untuk menjadi panutan dan teladan dalam masyarakat. Seperti dalam pepatah jawa Guru diartikan sebagai seseorang yang “Digugu” –dijadikan panutan- dan “Ditiru” –diteladani-, ini berarti bahwa seorang guru adalah unsur yang berharga dalam masyarakat, dimana masyarakat mempercayakan keahlian, pengetahuan dan ilmu seorang guru untuk membimbing masyarakat menuju pada kebaikan dan kebenaran.

    Dapat dikatakan bahwa tidak ada yang bisa dibandingkan dengan profesi seorang guru. Profesi terebut merupakan profesi yang paling mulia di dunia. Seperti dalam kata-kata mutiara di atas. “Mari kita mengingat: Satu buku, Satu pensil, satu murid dan seorang guru dapat merubah dunia. –Malala-. Kata-kata dari Malala, peraih nobel perdamaian, mempunyai makna yang sangat besar, bahwa seorang guru adalah unsur penting dalam merubah dunia. Henry Adams menambahkan “Guru mempengaruhi keabadian. Mereka tidak akan pernah tahu sampai mana pengaruhnya akan berhenti”. Memang seperti itu, kita sadari atau tidak, sedikit-atau banyak, guru mempunyai pengaruh terhada kehidupan kita. Pemikiran, ide, cara pandang dan prinsip yang kita pegang saat ini pastilah hasil dari pegalaman dan pendidikan yang kita dapat dari kita mulai belajar untuk mengenal ilmu dan kehidupan sampai kita benar-benar terjun dalam kehidupan itu sendiri. Guru mempunyai peran dan pengaruh pada itu semua, mengarahkan kita untuk menjadi manusia yang seperti apa.

    Guru mempunyai kekuatan untuk menggerakkan dan menentukan masa depan sebuah bangsa, memerangi kebodohan dan ketidak-mengerti-an hidup, dia adalah cahaya bagi duia ini. Seperti tukang gerabah yang nyata dalam kehidupan, mereka membentuk pemahaman, pengertian, pengtahuan dan bagaimana kita seharusnya hidup. Meraka juga mampu untuk menerangi layaknya sebuah lampu mengusir kegelapan dari seluruh dunia. Sehingga bangsa kita bisa tercerahkan dengan banyak lampu yang terang.

    Penulis: Prisca Cindy, seorang mahasiswa UNAIR
    Continue Reading
    Older
    Stories

    INTRO

    Photo Profile
    Edukasi Tulungagung

    Merupakan sebuah komunitas pendidikan yang ada di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur

    Follow Us on Social Media

    • facebook
    • twitter
    • instagram

    Press

    press

    Labels

    anies baswedan arti pendidikan bapak pendidikan beasiswa beasiswa luar negeri Beranda buku buku teks CBT direktorat jenderal dpsd dpsma dpsmk dpsmp edukasiTA Erasmus fungsi pendidikan guru guru 2016 HARDIKNAS 2016 hari guru hari guru 2016 hariguru2016 Indonesia Info Beasiswa inspirasikiTA ki hadjar dewantara kuliah lomba lombafoto lombanulis lulus SMA/MA/SMK lulusan SMA/MA/SMK makna manajemen mendikbud menurut ki hadjar dewantara MOS MOS2016 muhadjir efendi nilai dasar pendidikan karakter organisasi pemenang Pendidikan pendidikan finlandia pendidikan Indonesia pendidikan karakter pendidikan nasional pengenalan lingkungan sekolah peraturan terbaru pergantian mendikbud perguruan tinggi permendikbud nomor 18 tahun 2016 persiapan peserta pidato menteri pendidika dan kebudayaan profil proses s1 s2 s3 sekolah smk tokoh ujian nasional unbk

    recent posts

    Blog Archive

    • Juli 2019 (1)
    • Februari 2018 (1)
    • Januari 2018 (2)
    • Desember 2016 (2)
    • November 2016 (1)
    • Oktober 2016 (2)
    • Juli 2016 (1)
    • Juni 2016 (1)
    • Mei 2016 (3)
    • April 2016 (1)
    • Maret 2016 (3)
    • Februari 2016 (4)
    • Mei 2015 (1)
    • April 2015 (3)

    Created with by BeautyTemplates

    Back to top